Langsung ke konten utama

GONGSUN ZAN, PEMIMPIN DENGAN PASUKAN KUDA PUTIH


Gongsun Zan adalah seorang pemimpin daerah wilayah Liaodong . Pada masa kecilnya dia bersama Liu Bei belajar dibawah pengawasan Lu Zhi . Pada saat itu, pejabat daerah memuji penampilan Gongsun Zan yang mengesankan dan suaranya yang lantang , jadi dia mengatur agar putrinya menikahinya. Pada tahun 177, Gongsun Zan memulai karirnya sbagai pejabat kecil di kota Liao Xi. Namun pada tahun 180, Liu Ji ( Pejabat tinggi administratif di kota Liao Xi ) diduga melakukan pellangaran berat sehingga dikirim ke Luo Yang. Gongsun Zan sbagai bawahan pun turut mengantarnya ke Luo Yang sampai menemaninya di Pengasingan ,Runan ( Liu Ji divonis hukum pengasingan ). Sikap tersebut menjadi inspirasi bagi banyak orang dan reputasinya pun tersebar luas .

Reputasi baik ini akhirnya membuat Gongsun Zan terpilih sbagai calon pejabat dan menjalani masa percobaan slama 3 tahun . Gongsun Zan memilih Liaodong untuk menjalani masa percobaan disana. tak lama kemudian dia dipilih menjadi kepala distrik di wilayah Liaodong. Pada saat itu wilayah Liaodong adalah wilayah perbatasan diutara yang dihuni suku barbar yaitu suku Wuhuan dan Xianbei. Mereka sangat meresahkan masyarakat wilayah sana. Pada awal 180, Gongsun Zan melancarkan agresi militer kecil untuk mengatasi keresahan tersebut dan agresi militer ini menunjukan hasil dan perubahan. Keberadaan dan kehadiran pasukan yang dipimpinnya telah menjadi ancaman bagi suku Wuhuan dan suku Xianbei, sehingga lambat laun timbul kesombongan dan sikap arogansi berlebih dalam diri Gongsun Zan.

Pada tahun 190-an, Liu Yu dan Gongsun Zan terlibat dalam konflik karena pandangan yang bertentangan tentang bagaimana menangani suku Wuhuan/Xianbei dan kerajaan asing( Goguryeo ). Liu Yu mengadopsi kebijakan damai dan pasifis terhadap mereka, sementara Gongsun Zan lebih suka menggunakan angkatan bersenjata untuk menjaga mereka di bawah kendali. Pada tahun 191, adik Gongsun Zan,Gongsun Yue meninggal pada pertempuran Yangcheng melawan pasukan Zhou Yu (Renming) dan Yuan Shao. Gongsun Zan lantas mendeklarasikan perperangan kepada Yuan Shao namun kalah dalam pertempuran Jie Qiao ( 192)

Pada tahun 193, Liu Yu mengumpulkan sekitar 100.000 pasukan dan bersiap untuk menyerang Gongsun Zan. Dia menginstruksikan pasukannya untuk fokus pada menghilangkan Gongsun Zan dan menjaga korban dan kerusakan serendah mungkin. Namun,salah 1 bawahan Liu Yu berkhianat dan membocorkan rencananya kepada Gongsun Zan. Gongsun Zan pun berhasil menangkap Liu yu dan dihukum mati. Kepalanya dikirim ke ibukota Chang’an. Pada tahun 195-197 Gongsun Zan terus melakukan perlawanan kepada Yuan Shao namun kalah dan terpaksa mundur ke wilayah Yijing. Pasukan Yuan Shao terus melakukan penyerangan di Yijing dan pada tahun 198, Gongsun Zan mengirimkan anaknya, Gongsun Xu untuk meminta bantuan kepada Zhang Yan, Bandit heishan. Gongsun Zan telah mengirim pesan kepada putranya, menginstruksikan untuk meletakkan serangan 5.000 kavaleri elit di tanah rendah di utara Yijing. Mereka kemudian akan memberi sinyal kepada Gongsun Zan untuk menyerbu keluar dari Yijing dengan pasukannya dan mengepung pasukan Yuan Shao. Namun, pasukan Yuan Shao menangkap utusan itu dan menempatkan pasukan mereka sendiri dalam penyergapan. Pasukan Yuan Shao kemudian memberi sinyal kepada Gongsun Zan dan memikatnya ke dalam penyergapan, di mana mereka mengusir pasukannya dan memaksanya untuk kembali ke Yijing.  Dengan bberapa sisa pasukan, Gongsun Zan yang sudah pasrah melakukan bunuh diri Bersama keluarganya . Kepalanya dikirim ke Xu Chang . pasukan Gongsun Xu bersama Zhang Yan telat datang dan mereka harus mundur. Dalam perjalanannya, Gongsun Xu meminta perlindungan kepada suku Xiongnu namun dia dibunuh oleh suku Xiongnu ,kelompok Chuge.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

XIONGNU , SUKU BARBAR DARI UTARA

XIONGNU , SUKU BARBAR DARI UTARA Suku Xiongnu adalah salah 1 suku proto-mongol yang mendiami wilayah wilayah Mongolia dan Siberia. Pada catatan Sima Qian, asal usul suku ini sama dengan bangsa Tiongkok, yaitu berasal dri keturunan China yaitu dari keurunan Xia Houshi yang bernama *Chunwei. Sejak pada masa dinasti Zhou, Suku Xiongnu menggangu ketentrraman daerah perbatasan di wilayah utara. Seperti penggambaran Sima Qian, Xiongnu suka merampok dan menjarah daerah pembatasan. Biasanya mereka akan menyerbu dalam gerombolan berkuda, lalu merampasi ternak, bahan makanan, sampai menawan orang menjadi budak . Negeri Zhao dan negeri Qin yang berbatasan dengan Xiongnu  membangun tembok tinggi yang nantinya tembok ini akan disempurnakan pada masa dinasti Qin oleh, Qin Shi Huang dan tembok ini sampai sekarang dikenal dengan nama Tembok Besar ( Great Wall Of China ). *Chunwei adalah putra dari Xia Houshi, putra dari raja Fa dari Xia yang melarikan diri ke utara Ketika dinasti Xia jatuh dan dig...

KERAJAAN BAEKJE

KERAJAAN BAEKJE Baekje adalah salah 1 kerajaan pada masa 3 kerajaan Korea. Wilayah kerajaan Baekje berada di sebelah barat daya semenanjung Korea pada tahun 16 S.M sampai 660 Masehi . Kerajaan Baekje didirikan oleh raja Onjo, Putra ketiga dari pendiri kerajaan Goguryeo, Jumong dan So Seo No ( Istri ke 2 dari Jumong ). Pembentukan kerajaan Baekje terjadi dikarenakan pada saat Raja Jumong memilih Yuri ( Anak dari istri oertama dari Jumong) sbagai pewaris tahta, Ratu So Seo No pergi meninggalkan Goguryeo Bersama 2 putra dan pengikutnya menuju semenanjung korea. Disitulah ratu So Seo No mendirikan kerajaan Baekje dan Onjo sebagai raja . * Selama pemerintahan kerajaan Baekje, ada 31 raja yang memerintah dari Raja Onjo ( 18 S.M – 28 M ) dan raja terakhir, Uija ( 641 – 660 ) Peta pada masa 3 Kerajaan Korea 1.       Struktur sosial dan politik Pembentukan negara terpusat di Baekje biasanya ditelusuri pada masa pemerintahan Raja Goi, yang mungkin p...