Langsung ke konten utama

HWARANG, PRAJURIT ELIT DARI NEGRI SILLA


Hwarang adalah kelompok elit pemuda Silla yang terlatih dalam seni moralitas, agama, dan perang. Mereka diyakini telah didirikan beberapa waktu pada masa pemerintahan Raja Jinheung dan tampaknya organisasinya berlangsung hingga abad ke-10. Beberapa orang berpendapat bahwa mereka pada dasarnya adalah sebuah organisasi militer sementara yang lain menyarankan bahwa mereka, seperti Wonhwa* sebelum mereka, juga memegang peranan spiritual dan pendidikan yang penting. Semua anggota Hwarang akan berasal dari tulang asli atau peringkat tulang suci.

*Wonhwa adalah kelompok perempuan cantik yang dipilih dari keluarga elit bangsawan Silla.

Selama pelatihan, hwarang diajarkan sejumlah keterampilan, termasuk tetapi tidak terbatas pada: ilmu berkuda, ilmu pedang, ilmu memanah, prinsip-prinsip agama buddha, self control dan kepercayaan diri. Kemungkinan besar mereka juga diajarkan keterampilan seperti menari, menyanyi, membaca, dan menulis.

Menurut legenda, dua anggota Hwarang, Gwisan dan Chwihang, meminta bimbingan dan bimbingan spiritual dari Won Gwang, seorang biksu Silla terkemuka. Dikatakan bahwa Won Gwang menjawab dengan Menyusun Lima Perintah untuk Kehidupan , yang digunakan oleh Hwarang sebagai pedoman mereka:

1. Untuk melayani raja dengan loyalitas

2. Untuk melayani orang tua seseorang dengan loyalitas

3. Untuk selalu menunjukkan kesetiaan kepada teman seseorang

4. Untuk tidak pernah mundur dalam pertempuran

5. Untuk tidak pernah mengambil hidup secara tidak sehat

Setelah Silla berhasil menguasai Goguryeo dan Baekje, Peran Hwarang berubah drastis. Dari Organisasi untuk militer berubah menjadi grup social dan spiritual untuk anak2 dan orang kaya. Pada masa sekarang hwarag dipakai sebagai Nama perusahan, Club olahraga,character game dll.


Source : Samsuk Sagi dan Samguk Yusa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

XIONGNU , SUKU BARBAR DARI UTARA

XIONGNU , SUKU BARBAR DARI UTARA Suku Xiongnu adalah salah 1 suku proto-mongol yang mendiami wilayah wilayah Mongolia dan Siberia. Pada catatan Sima Qian, asal usul suku ini sama dengan bangsa Tiongkok, yaitu berasal dri keturunan China yaitu dari keurunan Xia Houshi yang bernama *Chunwei. Sejak pada masa dinasti Zhou, Suku Xiongnu menggangu ketentrraman daerah perbatasan di wilayah utara. Seperti penggambaran Sima Qian, Xiongnu suka merampok dan menjarah daerah pembatasan. Biasanya mereka akan menyerbu dalam gerombolan berkuda, lalu merampasi ternak, bahan makanan, sampai menawan orang menjadi budak . Negeri Zhao dan negeri Qin yang berbatasan dengan Xiongnu  membangun tembok tinggi yang nantinya tembok ini akan disempurnakan pada masa dinasti Qin oleh, Qin Shi Huang dan tembok ini sampai sekarang dikenal dengan nama Tembok Besar ( Great Wall Of China ). *Chunwei adalah putra dari Xia Houshi, putra dari raja Fa dari Xia yang melarikan diri ke utara Ketika dinasti Xia jatuh dan dig...

KERAJAAN BAEKJE

KERAJAAN BAEKJE Baekje adalah salah 1 kerajaan pada masa 3 kerajaan Korea. Wilayah kerajaan Baekje berada di sebelah barat daya semenanjung Korea pada tahun 16 S.M sampai 660 Masehi . Kerajaan Baekje didirikan oleh raja Onjo, Putra ketiga dari pendiri kerajaan Goguryeo, Jumong dan So Seo No ( Istri ke 2 dari Jumong ). Pembentukan kerajaan Baekje terjadi dikarenakan pada saat Raja Jumong memilih Yuri ( Anak dari istri oertama dari Jumong) sbagai pewaris tahta, Ratu So Seo No pergi meninggalkan Goguryeo Bersama 2 putra dan pengikutnya menuju semenanjung korea. Disitulah ratu So Seo No mendirikan kerajaan Baekje dan Onjo sebagai raja . * Selama pemerintahan kerajaan Baekje, ada 31 raja yang memerintah dari Raja Onjo ( 18 S.M – 28 M ) dan raja terakhir, Uija ( 641 – 660 ) Peta pada masa 3 Kerajaan Korea 1.       Struktur sosial dan politik Pembentukan negara terpusat di Baekje biasanya ditelusuri pada masa pemerintahan Raja Goi, yang mungkin p...